“SARANGHAE, I Need You ..”
Cast : Kyuhyun as Kyuhyun
Donghae as Donghae (Kyu’s brother)
Chung Soo Yan as you
Leeteuk as Leeteuk (cameo)
Pada pagi
hari yang cerah, Kyuhyun sedang menikmati hembusan angin pagi yang ramah
melambaikan helai demi helai rambutnya. Ia sedang sibuk memainkan gitarnya di
paviliun rumah yang baru saja ia tempati.
“Kyuhyun-ah, sedang apa kau ?”
Tanya Donghae - kakak tertua Kyu – yang muncul tiba tiba dari dalam kamar Kyu.
“ Tidakkah kau lihat , hyung ?? aku sedang bermain Gitar !!” gerutu Kyu sambil
terus memetik senar gitarnya.
“apa kau tidak bosan , bertingkah
seperti ini ??” tegur Hae heran.
“Maksud, hyung ?!”
“setiap pagi , bermain gitar di
paviliun. Sarapan di kamar , dan mengurung diri di rumah?! kau seperti
Gelandangan , Kyu-ah !!” Jawab Hae dengan nada tingginya. Tentu saja Kyu kesal
, dan membanting gitar menjauhinya. Ia berdiri dari tempat duduknya dan
menampar wajah Saudaranya itu .
“ ANDWAE !!?? apa yang kau lakukan
!!!” Donghae menahan tangan Kyu yang sudah siap bermain api dengannya.
“ Aku benci padamu !!”
Kyuhyun berlari menuju lantai bawah , membiarkan Donghae yg
masih berdiri mematung di paviliun. “dasar ‘Babo Dongsaeng’.. diberitahu yang
benar , malah melawan” gerutunya kesal.
Chung Soo Yan ( kita panggil “Chung Soo” aja ya ) sedang merapikan pakaiannya. Ia
sibuk memilah milih pakaian yang akan ia bawa untuk liburannya di Jepang. Ia
sedikit tersenyum , saat ibu nya barusan menelponnya dan menyuruhnya untuk
mengunjungi nya di Jepang. Jepang adalah kampong halamannya. Tentu saja Chung
Soo begitu senang. Kali ini ia sudah membayangkan saat saat di masa lalunya
yang indah bersama Keluarganya di Jepang. Saat bertemu dengan laki laki di masa
lalunya , yang sudah lama ia tak jumpa. 7 tahun lalu ……
Lalu tiba
tiba , suara HP di saku sweater nya berdering. Ia lalu sigap menghentikan
kerjaannya dan kali ini sibuk merogoh kantung sweater nya.
“Noo goo seh
yo ?? …. Mwoo ?? benarkah ?? ….. ok ! aku akan segera kesana”
Chung Soo mematikan teleponnya , ia mulai tergesa gesa
mempersiapkan semua barang barang nya dan hendak berangkat ke bandara. Menelponnya dulu ?? pikirnya . Genggaman
HP di tangannya mulai mengendur. Namun ia kembali mengenggam kuat HP nya.
“kenapa aku
harus menelponnya ? toh , aku akan bertemu dengannya lagi disana. Aku tak yakin
dia akan merindukanku juga” keluhnya. Ia mengantongi kembali HP nya, dan
berlari merangkul Ransel nya ke luar Apartemennya.
Kyuhyun terlihat murung. Ia tak
bisa membayangkan rasa malunya , melawan Hyung nya sendiri. Saat waktu makan
Siang tiba , ia hanya memperhatikan makanannya tanpa menyentuhnya sama sekali .
Kebetulan , ini adalah pertama kalinya ia makan di ruang makan. Sebelumnya , ia
hanya makan di kamarnya tanpa mempedulikan kakaknya yang sering makan sendirian
di ruang makan. Ini kah saat yang tepat
untuk minta maaf ,pikirnya. Lee Donghae masih belum muncul. Sosoknya sangat
ditunggu Kyu untuk menemaninya makan bersamanya.
Lalu sosok yang ia tunggu muncul.
Donghae mulai menuruni anak tangga yang menghubungkan ruang atas dan bawah di
rumah mereka. Pakaian yang ia pakai sebelumnya , mulai berganti. Mungkin saat
Kyu menunggu Hae , Hae sedang mengganti pakaiannya.
Donghae melangkah mendekati meja
makan. Ia menatap heran kea rah Kyuhyun yang sedang duduk melamun di tempat
duduk yang biasa ia duduki.
“sedang apa kau disini ?” tanyanya
heran.
“menemanimu , hyung” jawabnya datar
, matanya tak berani bertemu dengan mata kakaknya. Donghae tersenyum dan dengan
gemasnya mengacak ngacak rambut Kyu. Kyu mulai menggerutu kesal.
“HYUNG ?!?!”
“ Hahaha !! itu baru Dongsaeng
hyung ku tersayang ;)”
Keduanya mulai bercanda sembari makan bersama di meja makan.
Ini adalah hal yang sangat tak percaya Kyu dapatkan. Ia tak percaya selama ini
, ia meninggalkan Hyungnya sendirian menikmati makanannya.
Semenjak
Orang Tua Kyu dan Donghae meninggal , Kyu lah yang paling sedih atas kecelakaan
tersebut. Kecelakaan yang merenggut kedua orang tuanya. Ia dan Donghae pun
pindah ke rumah baru yang dibelikan oleh salah satu kerabat mereka untuk mereka
tinggali berdua beberapa bulan yang lalu. Dan Kyu tak pernah melupakan saat saat
mengerikan itu , yang pernah ia lihat tepat di depan matanya . Kecelakaan orang tuanya ….
“aku akan
mengadakan suatu meeting kerja di Jepang. Kau mau ikut ?” Ujar Donghae sambil
terus mengunyah nasi di mulutnya. Namun tiba tiba …
“uhuk uhuk
!” Kyu tersedak makanannya sendiri. Donghae cemas dan segera memberikannya
segelas air dingin.
“ kau taka
pa , kyu ??”
“Gwaenchanayo
, hyung. Mianhaee ..” Kyu membersihkan mulutnya dengan tissue makan. Jepang ?? Kyu mulai mengingat masa
lalunya. Ia meneguk segelas airnya hingga habis.
“Kau harus
ikut !” ajak Donghae . Namun tiba tiba …
“uhuk uhuk
!” lagi lagi Kyu tersedak dengan minumannya sendiri. Donghae mulai kesal dan
melempar sehelai kain yang tak jauh dari tempat duduknya. Ia melempar kain
tersebut ke arah Kyu.
“kau tak
akan membuat nafsu makanku hilang kan -_- ??” keluh Donghae.
“mianhae ,
hyung L”
WELCOME IN JAPAN !
“Chung Soo
?? apa yang kau lihat ??” Takahashi Yuna – teman Chung Soo – memandang heran
sahabat nya itu. Chung Soo terpaku di depan ‘banner’ hijau bertuliskan “WELCOME
IN JAPAN” .. Matanya menerawang . Kakinya
bergemetar. Dan seulas senyuman menghiasi wajahnya yang putih bersih.
“betapa tak percayanya aku bisa
menginjakkan kaki kembali di kampong halamanku , eonni” wajahnya melamun
kembali. Yuna sangat gemas , ia menarik tangan Saeng nya itu menjauhi papan banner
tersebut.
“uhh ! sakit , eon ! apa salah aku
hanya memandang banner itu sesaat” gerutu Chung Soo. “SESAAT katamu ?! kau
sudah melihatnya hampir 15 menit !?” Yuna menunjukkan jarum jam yang menunjuk
tepat jam 3 sore di atas salah satu gedung pencakar langit di pertengahan Kota.
Chung Soo hanya terkekeh , lalu meneruskan perjalanan mereka.
Sesampainya di salah satu rumah
berpagar Putih beratap Merah , Chung Soo kelihatan girang sekali . hingga
sesekali membuatnya melompat lompat kegirangan.
“AKU DI RUMAH !!!” teriaknya hingga
membuat Yuna terkejut tak percaya.
“Astaga , Chung Soo !? Kau sungguh
memalukan” gerutu Yuna lagi. Chung Soo yang merasa perlakuannya di salahkan
terus oleh sahabat lamanya itu , membuatnya kesal sendiri ._.
“ aku tak sabar bertemu Eomma , eon
>.<” sahut Chung Soo merangkul tangan Yuna.
“SSStttt… jangan panggil Eomma
untuk saat ini ! kau tau kan , rata rata orang orang di rumah ini tak
sepenuhnya mengerti bahasa mu ..”
“A…aku harus bagaimana donk ?? mana
mungkin aku hanya kebanyakan diam sedangkan mereka bicara dengan bahasa ibu
mereka >.< bagaimana kalau mereka akan mengejekku ??”
“Chung Soo .. Chung Soo .. kau aneh
sekali -_- kau kan pernah tinggal di Jepang ! Masa kau tidak ingat dengan
bahasa kedua mu itu ._. “
“lebih tepatnya bahasa ke tiga -_-
ITU SUDAH 7 TAHUN YANG LALU >,< memangnya aku INGAT ?! palingan , aku
hanya bias bicara ‘Konbawa’ ‘Konnichiwa’ ‘Arigato’ ‘Aishiteru’ .-.”
“Jahat sekali T.T berarti selama
ini kau tidak rindu denganku juga donk -_-“
Chung Soo keliatan putus asa
meyakinkan Yuna. Tanpa menghiraukannya, Chung Soo beranjak dari tempat berdirinya. Saat sudah mulai sampai di depan
pintu , Dada Chung Soo mulai berdebar. Kedua tangannya pun sudah mulai
bergemetar. Chung Soo menarik nafas panjang , lalu menghembuskan kepulan asap
putih dari hidung dan mulutnya. “Tok .. Tok..”
“Siapa itu ?!” terdengar suara
teriakan kecil samar samar dari dalam rumah dengan logat Jepang yang sedikit di
mengertinya. Apa itu suara ibuku ?? pikirnya
ketakutan. Suara ibu nya terdengar khas saat menyapa orang (?)
Tiba tiba, terdengar lagi suara
dari dalam rumah. Tapi yang ini Beda ! suara gesekan sandal rumah menyentuh
Kayu.
Clik … Pintu mulai
terbuka sedikit demi sedikit. Wajah tua dengan rambut di sanggul, sedang
mengenakan pakaian kaos dan celana training sederhana. Ia sedang mengenggam
sebuah Remote TV. Wajahnya terlihat kebingungan dan tatapan mata birunya
menelusuri perawakanku dari ujung kaki hingga ujung rambut. “Okaasan1 ??” ujar Chung Soo
dengan mata mulai berlinang air mata. “Ta…Takamina ?!” ujar wanita itu tak
percaya. Ia meraih wajah Chung Soo dan menaruh kedua tangannya di antara tulang
dagu Chung Soo. “Anakku ??” lanjutnya.
Akhirnya , Chung Soo dan wanita
yang ia sangka Ibu nya pun saling berpelukan. Ya benar , wanita itu adalah
Ibunya …. Yung Jay Eun atau Sako Itada. Yuna yang sedari tadi hanya berdiri
terbengong menatap sahabatnya yang masih melampiaskan kerinduannya kepada ibu
nya , akhirnya mulai angkat bicara. “ Gomennasai Obbasan , kedatangan kami tiba tiba .” ujarnya
meminta maaf dengan bahasa Jepang yang mungkin sopan bila mengajak Yung Jae
berbicara. “Gwaenchanayo , Yuna-san .
Kau bisa berbicara bahasa Korea disini.Oh , ya .. pasti kalian lelah ! ayo
segera masuk dan manjakan diri kalian selama kalian tinggal disini.” Ajak Yung
Jae kini dengan bahasa Korea yang lancer. Chung Soo , Yuna , dan Yung Jae pun
masuk ke Rumah. Mereka mulai melepas Sweater mereka masing masing dan
menaruhnya di atas Sofa ruang tamu. “Eomma, aku seperti kembali ke rumah . ini
seperti kembali ke Surga” puji Chung Soo sambil meraih segelas air putih di
atas meja ruang tamu. Yung Jae dan Yuna terkekeh. Tapi sepertinya ada yang kurang pikirnya lagi kini dengan menautkan
kedua alisnya.(To Be Continue)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar